Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Eksplore Nunukan

Welcome Nunukan

Dan hari itu tiba, tepatnya tanggal 3 Agustus 2018. dengan pesawat Lion Air kita akan terbang dari bandara Aji Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju Juwata Tarakan di pukul 10.30 Wita lalu menuju Nunukan menyusul Abi yang terlebih dahulu tinggal ada disana. Meski yang akan disusul sedang tidak ada ditempat karena ada diklat di Jakarta. Dari sebelum subuh kami sudah bersiap. Rasanya seperti tidak selesai - selesai bersimpun ini, masih ada saja yang terlewat. Padahal kami sudah berusaha seminimal mungkin membawa barang dari Balikpapan. Setalah subuh sarapan sudah siap. Tante, art kami yang sudah puluhan tahun membersamai kami yang menyiapkan semua. Tante ini sudah seperti keluarga bagi kami. Huuu jadi melo harus meninggalkan tante, tapi dibawa juga nggak mungkin karena beliau punya keluarga. Tetangga sebelah rumah yang dindingnya jadi satu dengan dinding rumah kami sudah menyimpan 2 mobilnya untuk mengantar kami. Keluarga Bude Pakde ini pun sudah selayaknya keluarga kami sendiri. T...

Garam Gunung Krayan

Garam gunung yang sudah mengandung zat yodium, dan warnanya tidak terlalu putih (foto : koleksi pribadi)  Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa asam digunung dan garam dilaut akhirnya bertemu jua di belanga dalam bentuk sayur asem, kalau di Nunukan sebuah kabupaten di propinsi Kalimantan Utara akan ada pepatah lain: garam di gunung dan asam di gunung bertemu di belanga. Karena disini ada garam gunung. Orang ramai menyebutnya garam Gunung Krayan. Garam Gunung Krayan adalah garam yang dihasilkan dari air yang ada disumur - sumur seputaran daerah pengunungan Krayan. Sumur - sumur itu mempunyai air yang asin sejak dahulu kala. Air sumur yang berasa asin itu juga ditemukan secara tidak sengaja oleh suku Dayak Lundayah, suku asli Kalimantan yang tinggal di sekitar Gunung Krayan. Konon, suku Lundayah ini sedang berburu di hutan dan membidik seekor burung punai. Lalu burung ini jatuh di sebuah sumur, ketika berhasil diangkat dan dibakar, setelah matang berasa asin. Nah dari situ...

Mutasi : dari Balikpapan ke Nunukan

Tetiba hari ini teringat peristiwa setahun setengah yang lalu. Tepatnya sehari menjelang cuti bersama lebaran 2018. Hampir seharian terlewat memantau whatsApp karena kesibukan menyiapkan ta'jil berbuka puasa untuk masjid yang ada di komplek rumah dinas kami. Hari ini menunya harus istimewa karena besok sebagian besar penghuni komplek akan meninggalkan Balikpapan menuju homebase masing-masing.  Setelah semua beres sambil ngabuburit menunggu adzan maghrib berkumandang moment yang ditunggu - tunggu kan disetiap hari di bulan Ramadhan, kubuka gawai dan membuka beberapa aplikasi terutama WA. Segera nampak notifikasi disalah satu grup. Tumben nih wagrup ibu-ibu komplek perumahan kali ini rame. Padahal dalam dunia nyata di komplek kami, dari 40 an lebih rumah yang ada di perumahan ini hanya tujuh rumah yang mempunyai nyonya, selebihnya dihuni oleh bulog alias bujang lokal, itu tuh para suami yang dinas di kota ini tapi  para istrinya bertahan di homebase. "Selamat ya Bu.. Bla.....