Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Tugas Puisi: Hujan dan Cerita Rindu

Hujan dan Cerita Rindu (yang tak pernah usai) Pada rintikmu yang berirama sendu Membawa sejuta kenangan mengalun syahdu Menembus batas melintas beribu waktu Karena rindu itu tak lagi bisa berpadu pada temu Wahai hujan, padamu akan kuteriakan sejuta kata Untuk menitipkan berlembar cerita  Tentang cinta tulus yang pernah ada Dan tak pernah ada yang setara dengan dia Kau tahu, ketika butiran beningmu mulai turun kala dulu Selalu ada usapan tangan lembutnya dibahu Lalu untaian kata-katanya penuh asa terdengar di telingaku Lihat Nak, ada beribu malaikat bersama hujan itu  Dan aku tenang bersama ibu Hujan, sungguh aku merindu dia Kala tubuhnya kian renta dimakan usia Namun pilihan hidup tak berpihak pada masa senjanya Dalam kesendirian jauh dari buah hati tercinta  Sementara pandemi memupus pertemuan segera  Hingga dua tahun lamanya Hujan, kuakhiri cerita ini Tentang rindu yang tak pernah usai  Harapanku kala rintikmu reda nanti Lalu hari semakin gelap tanpa tepi Kuha...

Duhai Hati

Duhai hati Sampai kapan rasa kan menepi Hingga terus menjadi muara iri Seperti diinkari Namun sejatinya tetap terpatri Terlalu sulitkan untuk melepaskan pergi Duhai hati Tak sadarkah diri, darimu lisan ini terus berbunyi Mengosip Menghibah Mencela Memaki Duhai hati, Yang hanya segumpal daging Menjadi baik atau buruk hanya itu pilihanmu Karena baiknya, akan membawa keselamatanmu Sedangkan buruknya akan merusakmu

Kita Masih (Akan) Di Jalan Ini

Kawan, aku masih bersamamu di jalan yang sama  Jalan dakwah  Meski label tersemat pada kami kini Yang berguguran di jalan dakwah Gugur, berpaling bahkan lari dari dakwah Entah apa dakwah menurutmu  Hingga yang tak seiring bersamamu menjadi begitu berbeda denganmu Bukankah dulu telah sama - sama kita pahami Bahwa dakwah adalah menyeru kepada Rabb kita Bahwa dakwah adalah mengajak kepada kebaikan Masih sama bukan..?  Jika kau katakan bahwa separuh raga kami karena dakwah, sungguh kau benar Bahkan jika kau katakan seluruh diri kami karena dakwah, kau pun tak salah Jika seluruh kehidupan kami tersebab dakwah, itu sangat indah.  Tapi bukan dakwah dalam pikiranmu yang sempit makna Kawan baikku, aku tetap di jalan dakwah Kemarin, kini maupun nanti Kita akan sejalan meski tak seiring lagi Karena darimanapun kita memulai, dakwah itu akan terus menyentuh hati Sungguh dakwah adalah cinta  Tak akan ada ruang ...

Lintasan Hati

Cinta itu Cinta itu air mata Bagiku hanya terasa nyeri bahkan jauh sebelum aku mengenalnya dengan benar Bertanya apa artiku bagimu Adalah pertanyaan bodoh Karena kutahu Jawaban apapun akan membuatku semakin sakit Tak perlu menuntut balasan yang sepadan Karena cinta akan selalu memberi yang lebih baik. Wajah Tipuan Berada dalam situasi tak biasa Membutuhkan daya tahan Kadang kewarasan harus dijaga Agar tak ada yg terluka Bahkan harus tetap terlihat wajar Karena ada banyak mata Wajah-wajah yang menurut tampilan prima Meski kadang harus menipu Agar rasa tak nampak dalam perilaku Haruskah kehilangan jati diri...? Sampai kapan Semoga tak ada rasa lelah. Kelu  Aku tak tahu Bahkan sekedar berteriak Kau tahu Beban ini lebih dari sangkaanku Apakah selamanya baik-baik saja Bahkan sekedar bertanya pun tak kau lakukan Ketika kau pergi, berlalu begitu saja Dan aku hanya terdiam Hingga akhirnya bibir ini jadi kelu ...